Teruntuk cintaku
Assalamu'alaikum
wahai engkau yg melumpuhkan
hatiku,andai aku boleh berdoa pada Tuhan,mungkin aku ingin meminta agar
Dia membalikan sang waktu agar aku mampu mengedit saat2 pertemuan itu
hingga tak ada tatapan pertama itu yg membuat hati ini terus
mengingatmu. Jarang aku memandang wanita namun satu pandang saja mampu
meluluhkan bahkan melumpuhkan hati ini. Andai aku buta,tentu itu lebih
baik daripada harus kembali lumpuh seperti ini.
Banyak lembaran buku
yg kutelusuri,banyak teman yg telah kumintai pendapat. Sebahagian
mendorongku untuk mengakhiri segala perasangkaku tentangmu tentang dia
karena sebahagian perasangka adalah suatu kesalahan, mereka memintaku
untuk membuka tabir lisan ini juga untuk menutup semua perasangkaku
terhadapmu. Namun di titik lain ada dorongan yg begitu kuat untuk tetap
menahan rasa yg terlalu awal yg telah tertancap di hati ini dan
membukanya saat waktu yg indah yg telah ditentukan itu(andai itu bukan
suatu mimpi).
Wahai engkau yg telah melumpuhkan hatiku,mungkin aku
bukanlah pejantan tangguh yg segera siap untuk menikah dg mu. Masih
banyak sisi lain hidup ini yg harus ku kelola dan ku tata kembali. Juga
kamu wahai yg telah melumpuhkan hatiku,kamu yg dengan halus menolak
diriku menurut prasangkaku dg alasan ada yg meminangmu. Sungguh aku tak
ingin menanggung beban ini yg akan berujung sebuah kefatalan kelak jika
hati ini tak mampu kutata.
Wahai engkau yg telah melumpuhkan
hatiku,mungkin saat ini hatiku milikmu,namun tak akan kuberikan
sedikitpun saat2 ini karena aku telah bertekad dalam diriku bahwa saat2
indahku hanya akan kuberikan kepada BIDADARI-ku.
Wahai engkau yg telah melumpuhkan hatiku,tolong bantu aku untuk meraih bidadariku bila dia bukanmu.
Wahai
engkau yg telah melumpuhkan hatiku,tahukah kamu betapa saat2 inilah yg
paling kutakutkan dlm diriku,jika saja Dia tidak menganugrahi aku
dengan setitik rasa malu, tentu aku telah meminangmu.
Aku yg tidak
mengerti diriku,aku ingin meminta padamu,sudikah engkau menungguku
hingga aku siap dengan tegak meminangmu dan kau pun siap dg
pinanganku?Namun wahai yg telah melumpuhkan hatiku,kadang aku berpikir
semua pasti berlalu,tetapi ada ketakutan dlm diriku bila aku
melupakanmu aku takut tak pernah menemukan lagi dirimu dlm diri mereka2
yg lain.
Wahai engkau yg telah melumpuhkan hatiku,ijinkan aku
menutup surat ini dan biarkan waktu berbicara tentang takdir antara
kita. Mungkin nanti saat2 dimana mungkin kau telah menimang cucu mu dan
aku juga demikian,mungkin kita akan saling tersenyum bersama mengingat
kisah kita yg teragis ini. Atau mungkin saat kita ditakdirkan untuk
merajut jalan menuju keindahan sebahagian dari iman,kita akan tersenyum
bersama betapa akhirnya kita terbuka setelah menahan perih rindu yg
begitu mengguncang.
Wahai engkau yg telah melumpuhkan
hatiku,mintalah kepada Tuhan-mu,Tuhanku dan semua Tuhan manusia akhir
yg terbaik pada kisah kita.Memintalah kepadaNya agar iman yg tipis ini
mampu bertahan,memintalah kepadaNya agar menetapkan malu ini pada
tempatnya.
Wahai engkau yg sekarang ini aku cintai,semoga hal yg telah terjadi ini bukanlah sebuah DOSA.
Wassalam